Tips Memilih Metode Persalinan Normal atau Caesar

Jalan bayi lahir ke dunia ini melalui dua jalan yaitu kelahiran melalui normal atau melahirkan melalui operasi sesar. Sedangkan melahirkan dengan cara apa pun adalah pilihan bebas ibu. Meski membebaskan ibu memilih, tetap lebih baik bayi bisa lahir secara normal (selama tidak ada kelainan) karena risikonya lebih rendah dibandingkan dengan operasi. Risiko operasi antara lain penanganan dengan antibiotik pasca kelahiran lebih banyak atau transfusi darah pada kasus tertentu. Pada kelahiran normal, proses pemulihan ibu lebih cepat. Begitu bayi lahir, beberapa saat kemudian kondisi ibu bisa langsung pulih.

Tetapi jika seorang ibu memilih untuk melahirkan dengan operasi sesar, dokter tidak bisa menolak. Tetapi, dokter harus memberi tahu kondisi kehamilan ibu dan pilihan-pilihan yang bisa diambil. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan metode mana yang akan dipilih seperti, mengetahui metode melahirkan normal, apa itu operasi sesar, keluhan sesudah operasi sesar, dan sebaiknya pilih Sesar atau normal?

  1. Melahirkan Normal

Rasa sakit saat melahirkan, menjadi ketakutan tersendiri bagi setiap calon ibu. Rasa nyeri yang dialami calon ibu pada tahap awal proses persalinan timbul dan hilang secara teratur, sampai akhirnya mencapai klimaksnya pada waktu persalinan hampir terjadi. Beberapa calon ibu mungkin cukup kuat untuk menghadapi rasa sakit yang ada, tetapi ada juga calon ibu yang tidak tahan menghadapi rasa sakit tersebut sebab ambang rasa sakit pada tiap orang berbeda.

Memang rasa nyeri pada ibu melahirkan berbeda dengan rasa nyeri yang biasa terjadi pada tubuh saat sakit. Rasa nyeri tak tertahankan menjelang persalinan menandakan bahwa tubuh sedang bekerja keras membuka mulut rahim agar bayi bergerak turun melewati jalan lahir.

Proses Persalinan

Sedangkan penyebab lain munculnya rasa nyeri ini adalah:

  • Kontraksi rahim sehingga otot-otot dinding rahim mengerut dan menjepit
  • pembuluh darah.
  • Jalan lahir atau vagina serta jaringan lunak di sekitarnya meregang.
  • Rasa takut, cemas, dan tegang memicu produksi hormon prostaglandin sehingga
  • timbul stres. Kondisi stres dapat mengurangi kemampuan tubuh menahan rasa nyeri.

Saat ini banyak sekali program yang ditawarkan untuk menghilangkan rasa sakit saat melahirkan persalinan normal. Mulai dari pemakaian penghilang rasa sakit melalui pembiusan lokal, melahirkan normal dalam air sampai dengan metode rileksasi.

  1. Melalui Operasi Sesar

Operasi sesar atau sering disebut seksio sesarea itu adalah melahirkan janin melalui sayatan dinding perut (abdomen) dan dinding rahim (uterus).

Sebetulnya, penyebab perlu dilakukannya bedah sesar tidak banyak, yaitu:

  • bayi besar, sehingga tidak bisa lewat rongga panggul ibu
  • bayi melintang (kepala di kiri atau kanan) dan tidak bisa diperbaiki,
  • bayi sungsang (tidak semua sungsang, ada kriteria tertentu, sebagian besar sungsang lahir alami),
  • letak ari-ari di bawah ( plasenta previa )
  • Ibu yang bersangkutan sudah dua kali menjalani bedah caesar. Karena sudah dua kali diiris, risikonya terlalu besar bagi rahim untuk robek. Atau, kemungkian ibu yang bersangkutan bisa melahirkan secara alami hanya 1 – 2 persen.