Reksadana Pilihan Tepat Investasi Ketimbang Logam Mulia

Reksadana Pilihan Tepat Investasi Ketimbang Logam MuliaInvestasi reksadana menawarkan return tinggi ketimbang logam mulia. Sayangnya, belum banyak investor yang menanamkan modal di dalamnya. Apakah Anda sudah mengambil peluang tersebut?

Paradigma lama jangan pernah diulangi lagi. Contohnya adalah investasi dilakukan ketika sudah menginjak usia tua. Pasalnya, peluang untuk pensiun dini dan menikmati hasilnya lebih cepat adalah buahnya.

Selama bertahun-tahun, peluang yang ada belum banyak dioptimalkan. Selagi masih bisa bekerja, seseorang cenderung fokus untuk bekerja saja. Alhasil, hari tuanya hanya menikmati buah dari kerja keras sekedarnya saja.

Kondisi seperti ini tidak perlu dialami. Bukalah mata, tentukan sekarang juga sebagai salah satu investor. Toh, Anda bisa memanen hasilnya lebih cepat. Misalnya adalah memanen hasil investasi dalam bentuk reksadana ini.

Apa Itu Investasi Reksadana?

Ini adalah satu jenis investasi dimana uang diinvestasikan pada sebuah pengelola professional. Kumpulan dana kemudian dikelola oleh pihak professional. Biasanya akan dibelikan obligasi atau saham.

Jangka waktunya beragam. Ada yang tidak sampai 1 tahun, ada juga 2 tahun sampai 5 tahun. Uang akan kembali di periode tertentu, berikut dengan hasil keuntungannya.

Keuntungan memang cukup menjanjikan. Bila dibandingkan dengan investasi emas, keuntungannya jauh lebih tinggi. Pasalnya, nilai pembelian sebuah obligasi akan terus meningkat. Sementara logam mulia biasanya lebih stagnan.

Dalam proses penanaman modal, Anda hanya perlu menyediakan dana secukupnya. Bahkan dengan dana minimal. Karena, ada instrument reksadana yang bisa dibeli dengan harga 50-100 ribu rupiah.

Hal ini juga bisa ditingkatkan di tiap bulannya. Hasilnya, penanaman modal akan semakin besar. Di periode penarikan, benefitnya akan lebih besar.

Intinya, reksadana adalah jenis investasi dengan mekanisme penanaman modal pada pengelola. Sisanya, uang yang terkumpul akan dibelikan sebuah instrument seperti obligasi atau saham. Tujuannya adalah untuk mendapatkan profit di akhir waktunya.

Cara Kerja Investasi Reksadana

Bagi seseorang yang baru ingin memulainya kadang akan kebingungan. Alhasil, pilihannya masih saja mengandalkan logam mulia sebagai alternatif investasi masa tua. Untuk memperjelasnya, perhatikan cara kerjanya berikut.

Pertama kali, seorang manager akan mengumpulkan dana dari nasabah. Dana yang terkumpul tentunya sudah ada batasan minimal. Khususnya untuk dimanfaatkan sebagai modal.

Di sini, dana tidak hanya dihimpun dari satu orang saja. Melainkan ada banyak orang yang menanamkan modal di dalamnya. Tentunya, hal ini sudah diperhitungkan dengan matang mengenai pembagian hasil kedepannya sesuai dengan modal yang disetorkan oleh masing-masing investor.

Kedua kalinya adalah keseluruhan modal akan dimanfaatkan untuk membeli sejumlah instrument investasi. Hal ini juga sudah sesuai dengan kesepakatan nasabahnya.

Mengenai instrumennya bergantung pada jenis reksadananya. Ada yang membeli produk khusus, ada yang campuran. Misalnya adalah dialokasikan dalam bentuk saham dan lain sebagainya.

Kemudian ketiga kalinya adalah laporan mengenai reksadana yang diambil. Laporan tersebut meliputi kinerja produk, komposisi aset dan lain sebagainya. Laporan tersebut akan dikirimkan pada masing-masing investor dari manager.

Baca juga: Memahami Investasi Kredit Emas Online

Hal ini dimaksudkan sebagai bagian dari transparansi kinerja manager. Bahkan ini menjadi informasi konkrit apakah Anda akan memperoleh hasil maksimal atau tidak. Karena reksadana tersebut bergerak naik dan turun sesuai waktunya.

Intinya, cara kerjanya adalah dimulai dengan pengumpulan dana yang kemudian dialokasikan untuk membeli produk tertentu. Dalam perjalanannya, laporan mengenai kinerja produk akan selalu diberikan sebagai gambaran besar mengenai bagus tidaknya bisnis tersebut.

Baca juga: Cek Perbedaan Reksadana Syariah dan Konvensional?

Kelebihan Reksadana Dibandingkan Logam Mulia / Emas

Sedari dulu, logam mulai menjadi pilihan terfavorit. Banyak orang mulai mempertimbangkan untuk membelinya dengan harapan ada peningkatan harga di tahun berikutnya. Kegiatan ini masih berlangsung sampai saat ini.

Sayangnya, pilihan ini masih kalah dengan reksadana. Apa alasannya? Mari perhatikan alasannya di bawah ini.

  • Return reksadana cenderung meningkat

Uang yang ditanam dalam sebuah reksadana memiliki kecenderungan yang baik. Peningkatan harga jual instrument sangat mungkin terjadi. Hal ini didukung oleh data konkrit.

Data berasal dari catatan Bloomberg. Data tersebut menunjukkan kalau 5 tahun terakhir, obligasi yang dibeli pihak reksadana mengalami peningkatan. Sementara emas cenderung mengalami kemerosotan.

Melihat dari data tersebut, tentunya keuntungan akan diperoleh orang yang menginvestasikan uangnya di pengelola reksa dana. Karena memang, pengelolaannya diatur sebaik mungkin, seperti menggunakan uang untuk membeli sejumlah instrument.

  • Lebih kecil nilai investasinya

Bicara mengenai investasi, Anda tentunya sudah melihat kalau ini berhubungan dengan uang. Dana dibutuhkan untuk membeli sesuatu. Contoh nyatanya adalah dibelikan sebuah obligasi atau surat utang dan lain sebagainya.

Mengenai nilai investasinya, Anda tidak perlu khawatir. Ada reksadana kecil, minimal Anda bisa mengeluarkan biaya bulanan sekitar 50 ribu saja. Kalau memiliki dana lebih, Anda bisa membeli produk lebih tinggi lagi.

Berbeda jika menanamkan modal dalam bentuk investasi emas. Dana pembeliannya tentu lebih besar. Ini berarti tidak semua orang mampu melakukannya.

  • Resiko hilang tidak ada

Permodalan tidak akan hilang karena tidak berbentuk fisik. Uang dirubah menjadi aset obligasi. Biasanya dikelola langsung oleh pihak Bank, berikut dengan bunga dan sejumlah hal terkait.

Berbeda dengan emas. Resiko kehilangan cukup tinggi. Contohnya adalah bila salah membeli emas. Kalaupun memiliki investasi emas, Anda butuh tempat penyimpanan yang biasanya membebankan penyimpan untuk mengeluarkan biaya kembali.

  • Mudah dalam pengelolaan investasi

Sebenarnya, Anda hanya perlu menanamkan modal saja. Sisanya, Anda tinggal menunggu profit di akhir periode. Karena, semua hal terkait investasi dikelola langsung oleh perusahaan.

Semakin besar nilai uangnya, maka semakin besar peluang untuk memperoleh keuntungan saat waktunya tiba. Misalnya di tahun setelahnya jika memilih investasi dengan rentan waktu setahun.

Jenis-Jenis Reksadana

Produknya begitu banyak. Returnnya juga besar sehingga siapa saja bisa memperoleh keuntungan. Tinggal Anda mau memutuskan memilih yang mana.

Sebelum memutuskan membeli sebuah produk, kenali jenisnya terlebih dahulu. Tujuannya adalah supaya Anda bisa mendapatkan apa yang dicari. Yaitu keuntungan dalam jarak waktu sesuai harapan.

  • Saham

Produk pertama adalah dalam bentuk saham. Hampir 80% dana digunakan untuk membeli saham. Sisanya digunakan untuk talangan atau pembelian instrument lainnya.

Peluang untuk mendapatkan profit jauh lebih tinggi. Tetapi, resikonya juga lebih besar. Contohnya bila saham berada di posisi terendah, resikonya adalah mengalami kerugian.

  • Campuran

Produk menarik ada pada reksadana campuran. Dana terkumpul dikelola penuh oleh pihak professional. Normalnya, uang akan diubah menjadi berbagai instrument.

Instrumen tersebut meliputi saham, obligasi, deposito dan lain sebagainya. Resikonya juga cukup besar lantaran dana dialokasikan juga pada saham yang cenderung naik turun.

Meskipun begitu, return dana juga akan semakin besar. Terutama bila saham mengalami peningkatan. Jadi, keberhasilan ditentukan oleh naik atau tidaknya nilai saham tersebut.

  • Pasar uang

Ini menjadi instrumen paling aman dibandingkan sebelumnya. Alokasi dana hanya berkisar pada pasar uang. Misalnya dibelikan obligasi atau ditempatkan dalam deposito secara keseluruhan.

Masalahnya, jenis produk tersebut cenderung memiliki keuntungan kecil. Tetapi tetap berada di atas deposito. Jadi, jika ingin lebih aman, cara terbaik adalah menanamkan modal untuk produk tersebut.

Sebenarnya masih ada banyak jenisnya. Diantaranya adalah reksadana pendapatan tetap serta reksadana terproteksi. Kedua produk tersebut juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Tips Memilih Reksadana Yang Lebih Menguntungkan

Menanamkan modal dengan harapan untung di masa muda memang sangat bagus. Terlebih jika telah memiliki penghasilan bulanan. Penghasilan tidak lagi digunakan untuk kebutuhan harian, melainkan diinvestasikan untuk dana pensiun di hari tua.

Keberhasilan dalam melakukan hal tersebut bergantung pada pihak pengelolanya. Tentunya tanpa mengesampingkan pendanaan dari Anda. Jadi, ada keterkaitan antara keduanya.

Jika Anda ingin berinvestasi dengan produk tersebut, kami memiliki kiat khusus buat Anda. Setidaknya, hal ini bisa membuka peluang besar untuk sukses kedepannya. Jadi, mari perhatikan kiatnya berikut ini.

  • Tetapkan tujuan dari menanamkan modal

Apa tujuan Anda melakukan investasi? Ini pertanyaan yang sebaiknya dijawab terlebih dahulu. Jawaban akan menentukan keputusan berikutnya.

Tidak sedikit tujuan dari orang yang terlibat di dalamnya. Salah satunya adalah agar bisa menikmati hasil di hari tua. Maksudnya adalah sebagai dana pensiun. Selain itu, ada juga keinginan untuk memperoleh uang untuk pendidikan anak.

Apapun tujuan tersebut, semuanya baik. Malahan, hal ini sangatlah baik mengingat kebutuhan tersebut bisa terpenuhi. Baik itu terpenuhi dengan cepat ataupun tidak.

Penetapan tujuan tersebut berkaitan langsung dengan hasil kedepannya. Betapa tidak, harapan untuk memperoleh dana lebih cepat tidak bisa didapatkan ketika memilih investasi dengan jangka panjang.

Intinya, tetapkan tujuan mengenai apa yang diharapkan dengan investasi tersebut. Jika berhubungan langsung dengan pencairan dana cepat untuk pendidikan, maka investasi reksa dana yang tepat adalah memiliki rentang waktu pendek.

Tetapi bila dana ditujukan untuk panen hari tua, maka penanaman modal jangka panjang akan lebih baik. Jadi, pertimbangkan dulu sebelum memutuskan terlibat dalam produk investasi.

  • Pilih jenis produk yang sesuai

Produk reksadana cukup banyak. Maksudnya, jenisnya beragam dan masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan. Di sini, Anda perlu menggali informasi di dalamnya sebelum membelinya.

Misalnya bila Anda ingin aman dan cepat returnnya, maka reksadana pasar uang adalah jawabannya. Ini jenis investasi menguntungkan lantaran dana terkumpul dialokasikan dalam bentuk keuangan semisal obligasi.

  • Perhatikan rekam jejaknya

Reksadana dijalankan oleh perusahaan tertentu. Di sini, Anda disarankan untuk tidak langsung memberikan uang sebagai permodalan di dalamnya. Tetapi, pahami dulu rekam jejaknya.

Dikhawatirkan jika terlanjur mengeluarkan uang, tetapi benefit tidak kunjung didapatkan. Oleh karenanya, uang Anda tidak mengalami peningkatan.

Rekam jejak sebuah perusahaan sebenarnya bisa diintip langsung. Minimal, ada kecenderungan mengalami kesukesan dalam bisnis tersebut. Dengan cara seperti ini, setidaknya Anda bisa memahami kalau uang Anda bisa berlipat-lipat setelah ditanamkan di dalamnya.

  • Pastikan memilih reksadana berbadan hukum

Perusahaan dengan perizinan jelas sebaiknya dipilih. Perizinan ini sifatnya sangat penting. Yaitu meminimalkan penipuan yang berkedok investasi.

Sudah banyak masyarakat yang menyesal. Anda tentunya tidak diharapkan dalam kategori tersebut. Oleh karenanya, pastikan terlebih dahulu untuk memahami apakah pengelolanya sudah memperoleh izin dari pemerintah atau tidak.

Mengenai surat perizinannya bisa ditanyakan langsung pada manager pengelola investasi. Jika kedapatan ada keganjilan atau tidak memiliki izin, Anda berhak untuk menolak melakukan penanaman modal.

Demikianlah ulasan tentang reksadana. Jika Anda ingin memanen hasil lebih tinggi kedepannya, maka investasi reksadana adalah pilihan yang tepat.