Panduan Dasar Reksadana Campuran

Dibandingkan menabung biasa di bank tertentu, investasi mampu memberikan keuntungan lebih karena suku bunganya relatif lebih tinggi. Ada banyak jenis investasi yang bisa Anda tekuni, tetapi salah satu yang paling cocok untuk pemula adalah reksadana karena Anda akan dibantu oleh Manajer Investasi dalam pengelolaannya.

Reksadana terbagi lagi menjadi empat jenis, yaitu saham, obligasi, pasar uang, dan campuran. Ketiga jenis reksadana pertama sudah memiliki instrumen investasi yang jelas. Namun, bagaimana dengan reksadana campuran? Instrumen investasi apa yang “dicampur” di dalamnya?

Campuran dari Instrumen Investasi Apa Saja?

Sering juga disebut sebagai hybrid funds, reksadana campuran terdiri dari gabungan antara saham, pasar uang, dan obligasi (surat utang). Alokasi masing-masing dari instrumen investasi tersebut tidak boleh melebihi 79% Nilai Aktiva Bersih. Selain itu, dalam satu reksadana campuran juga harus ada investasi saham dan obligasinya.

Sebagai contoh, Anda boleh hanya berinvestasi saham dan obligasi masing-masing sebesar 50%. Atau jika Anda ingin berinvestasi 40% saham, 30% obligasi, dan 30% pasar uang, maka sah-sah saja. Namun, jika Anda berinvestasi 50% saham dan 50% pasar uang, maka hal tersebut tidak diperbolehkan mengingat reksadana campuran harus menyertakan investasi saham dan obligasi. Investasi 85% saham dan 15% obligasi juga tak diperbolehkan karena meskipun sudah menyertakan saham dan obligasi, alokasinya ada yang lebih dari 79%.

Investasi Reksadana untuk Bayar DP

Siapa yang Cocok Berinvestasi di Reksadana Campuran?

Reksadana campuran cocok untuk investor yang memiliki profil risiko moderat dan tujuan jangka menengah panjang, kira-kira selama 3-5 tahun. Namun, mengingat perbedaan kebijakan investasi yang diterapkan pada masing-masing eprusahaan, tentu tidak semua reksadana campuran sama. Karenanya, untuk reksadana campuran yang cenderung konservatif dan moderat, lebih cocok bagi tujuan keuangan antara 3-4 tahun. Sedangkan, reksadana campuran yang lebih agresif lebih cocok untuk tujuan keuangan 4-5 tahun.

Dalam mengevaluasi kinerja reksadana campuran, Anda harus menggunakan pembanding yang tepat. Misalnya, untuk reksadana campuran yang agresif, Anda bisa menggunakan IHSG sebagai pembanding. Untuk reksadana campuran yang konservatif, gunakan indeks obligasi. Biasanya, Manajer Investasi akan menyediakan informasi tersebut dalam laporan bulanan atau Fund Fact Sheet. Di dalamnya akan dibahas perbandingan kienrja antara reksadana dengan pembanding yang telah disesuaikan.

Bagaimana Mekanisme Investasi Reksadana Campuran?

Sama seperti reksadana jenis lainnya, Anda juga bisa langsung mendatangi perusahaan sekuritas jika ingin berinvestasi reksadana campuran. Anda tak perlu khawatir dengan tata cara investasi reksadana campuran karena ada Manajer Investasi yang akan membantu Anda. Sebagai gambaran untuk memahami lebih jauh cara kerja investasi reksadana campuran, perhatikan ilustrasi berikut ini.

Pada tanggal 1 Februari 2016, Mr. A membeli reksadana campuran ABC sebesar Rp 5 juta. Jumlah NAB/unit reksadana ABC saat itu adalah Rp 1.500. Maka unit yang Mr. A miliki adalah Rp 5 juta dibagi Rp 1.000, yakni 5.000 unit. Lalu, pada tanggal 25 Mei 2016, Mr. A menjual kembali seluruh reksadananya. Saat itu, jumlah NAB/unit reksadana ABC adalah Rp 1.200. Maka, total investasi yang didapatkan Mr. A adalah Rp 2.500 dikali Rp 1.200, yaitu Rp Rp 6 juta. Maka, keuntungan yang didapatkan oleh Mr. A adalah Rp 1 juta.

Di Mana Anda Bisa Membeli Reksadana Campuran?

Bagi yang tertarik untuk berinvestasi reksadana campuran, Anda bisa membelinya di perusahaan sekuritas atau aset manajemen yang telah terdaftar secara resmi dalam OJK. Beberapa bank, seperti DBS, juga menawarkan investasi reksadana campuran bagi Anda. Bagi yang tidak sempat untuk mendatangi perusahaan sekuritas atau bank, Anda juga bisa membeli investasi reksadana campuran melalui online. Kini sudah ada beberapa perusahaan sekuritas atau bank yang menyediakan layanan tersebut sehingga Anda bisa berinvestasi secara praktis.

Reksadana campuran menjadi salah satu jenis investasi yang paling disukai oleh masyarakat, terutama bagi para pemula. Pasalnya, risikonya tidak begitu tinggi, tetapi return atau imbal hasilnya cukup menjanjikan. Bagi Anda yang baru terjun ke dunia investasi, reksadana campuran dapat dijadikan pertimbangan.